image
Kisah Cinta: Doa Dan Air Mata Ketulusan

Kisah Cinta: Doa Dan Air Mata Ketulusan

Al kisah- Sebut saja dia dina seorang wanita yang sangat lugu sabar gigih cerdas bekerja keras dan sholehah, kurang lebih sudah sekitar 2 tahun aku mengenalnya dan sering curhat-curhatan sama dia.

Dia wanita yang sangat tegar dan sangat gigih dalam menghadapi masalah-masalah yang datang dalam kehidupannya, selalu dia selesaikan masalah-masalah tersebut dengan kelembutan dan kesabaran hatinya.

kisah cinta, wanita yang sabar cerdas dan sekolah, kisah cinta masa-masa sekolah


Dia adalah wanita yang istimewa sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah aku kenal sebelumnya yang kebanyakan hanya berfikir kesenangannya saja tanpa memikirkan nasib masa depannya.

Tingkah laku dan penampilannya juga sangat luar biasa, dia selalu berpenampilan yang sederhana selalu menjaga martabat harga diri dan agamanya, dari situlah aku mulai mempunyai rasa cinta kepadanya.

Dia juga tipe wanita yang cuek tak semua laki-laki bisa berteman dengannya.
Akupun awalnya juga sangat kesulitan untuk berteman dengannya, dia selalu tak merespon sapaan manis ku, hhe..

Tapi aku yakin bahwa dia adalah wanita baik dan sholehah, oleh karena itu aku tak pernah menyerah aku selalu berusaha dan terus berusaha agar aku bisa berteman dengannya.

Kurang lebih hampir satu tahun setengah waktu yang aku butuhkan agar aku bisa berteman dia.

Hati ku pun merasa bangga dan terharu karena akhirnya perjuanganku selama ini terjawab juga, akhirnya aku bisa berteman dengan dia.
Kita mulai dekat sering telpon-telponan, curhat-curhatan tentang keluarga dan masalah-masalah yang ada.

Suasana jadi romantis karena kita bisa saling berbagi keluh kesah, suka duka  dalam menjalani hidup ini.
Aku mulai menemukan sosok wanita yang cocok dengan ku yang bisa jadi motivasi hari-hari ku yang bisa menerima aku apa adanya yang mengerti dan memahami keadaan ku.

Kita mulai semakin dekat, dia mulai memahami keadaanku dan karakter watak ku, aku pun juga sebaliknya begitu, kita sudah saling merasa nyaman akhirnya aku nyatakan perasaan hati ini yang sudah lama aku pendam selama ini, dan alhamdulillah dia juga mempunyai rasa yang sama dengan ku, dia juga merasa nyaman dengan ku.

Akhirnya kita pun ta'arufan ya kalau istilah anak muda jaman now saat ini bisa di bilang kita jadian atau pacaran, cie..cie..cie.. jadian ni..e..e..ee, hhhee...

Tapi mungkin beda status pacaran ku dengan status pacaran kalian karena aku tidak bisa bertemu dengan dia kerena jarak memisahkan kita, aku di sini dan dia jauh di sana, ya bahasa romantisnya kita menjalin hubungan LDR, jauh dimata dekat di hati..hm...hmmm.

Untuk melepas rindu kita sering telpon-telponan, chattingan ya pokoknya seperti halnya anak muda yang lagi kasmaran, selalu ingin hal-hal yang romantis setiap harinya, hhee...

Hatiku pun semakin mantap dan semakin nyaman dan inginkan dia jadi separuh hidupnya, aku pun bilang sama dia bahwa aku bersungguh-sungguh akan jadikan dia zaujati ku, untuk menemani dan selalu ada di samping ku nantinya, tapi karena faktor masalah ekonomi dan pekerjaan ku yang belum pasti, aku minta waktu dua tahun lagi untuk melangkah ke hari sakral itu sambil aku menunggu dia rampungkan ijazah yang telah di berikan mbah kyai nya yang insyaallah selesai dua tahun lagi, sambil aku berjuang merubah nasib agar ketika aku sudah menikah nanti aku bisa membahagiakan dia dan keluargannya.

Di samping aku belum siap aku juga nggak mau kalau dia sampai gagal dalam menjalani ijazah itu hanya karena aku.

Tiba-tiba di suatu hari dia memberi kabar bahwa dia akan ke kota ku, dia ingin menjengguk keluarganya yang ada di sini, dan akan menemui ku untuk membahas keseriusan status ini, hati ku pun senang dan sangat gembira atas kabar baik itu, akhirnya aku bisa berjumpa dengan wanita idamanku.

Hari demi hari pun berganti, tepatnya tanggal 21 agustus tiba-tiba dia memberi kabar yang sangat dadakan bahwa dia sudah berada di kota ku dan ingin bertemu dengan aku waktu itu juga, akupun kaget dan terkejut karena dia bilangnya akan datang kesini kurang lebih di hari lagi, tapi karena ada urusan keluarga yang sangat penting akhirnya dia datang sebelum tanggal itu, aku mulai binggung karena waktu itu posisi aku lagi ada di kota sebelah, aku sedang membeli salah satu peralatan pekerjaan ku yang alhamdulillah setelah aku kenal dekat dengan dia aku mulai menemukan titik terang untuk pekerjaanku, yang tadinya aku sudah berencana aku akan melihatkan benda itu kepadanya dan aku akan bilang kepada dia " aku sudah menemukan titik terang dalam pekerjaan ku, semoga dengan pelantara benda ini aku bisa sukses dalam pekerjaan ku, semoga aku bisa secepatnya melamarmu dan bisa membahagiakan kamu dan keluargamu nantinya. "

Waktu itu aku benar-benar dalam posisi yang sangat membinggungkan, aku harus menyelesaikan pembelian alat pekerjaan ku dan aku juga harus bisa bertemu dengan dia, aku coba jelaskan sama dia posisi ku yang terus terang untuk waktu itu aku tidak ada ongkos untuk bolak balik ke sana kesini karena kondisi dompetku yang lagi sangat memperhatinkan, tapi ternyata dia waktu itu bersama seorang kakaknya, dan dia tak punya waktu banyak untuk menunggu karena dia dan kakaknya harus berangkat kembali.

Akhirnya aku putuskan untuk menemuinya, tapi dia dan kakaknya sudah terlanjur kecewa denganku, mereka sudah tidak  mau lagi bertemu dengan ku sampai aku sempat ingin datang di desa keluarganya di situ, mereka sudah tak mengizinkan dan sudah memilih menutup hatinya untukku.

Aku hanya bisa diam dan menangis kenapa posisi keadaanku seperti ini, aku sudah membuat luka yang sangat dalam kepada orang yang aku sayangi, aku sudah membuat dosa yang besar aku sudah mengecewakan mereka.

Aku pun tak menyerah aku coba jelaskan se detail-detailnya kepadanya atas posisi dan keadaanku saat itu, akhirnya dia mau memahami dan mau mengerti atas keadaan dan posisiku saat itu, tapi kata dia sudah percuma lagi aku sudah terlambat karena dia sudah terlanjur menerima tawaran lamaran dari seseorang yang di kenalkan oleh ibunya.

Dia bercerita bahwa dia rela bekerja tanpa kenal lelah dia kumpulkan hasil kerjanya untuk ongkos perjalananan dia kesini hanya untuk menemui aku, tapi kenyataannya malah aku balas ketulusan cinta dia dengan kekecewaan yang tanpa sadar aku perbuat.

Hati ini semakin terasa teriris dan semakin di hantui dengan penyesalan dan penyesalan, tapi sejujurnya bukan itu yang aku inginkan tapi memang kenyataan saat itu posisi dan keadaan yang sangat buruk mencekik ku sehingga sulit untuk aku melangkah.

Baca juga: Kisah Wanita Sholehah, Yang Tangguh Dalam Kehidupannya Part: 2 Dan Kisah Wanita Sholehah, Yang Tangguh Dalam Kehidupannya Part: 1

Aku berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan kesalah pahaman itu, aku belum puas kalau aku hanya bisa menjelaskan hanya lewat telepon saja.

Karena ternyata dia bilang belum jadi berangkat ke kampung halamanya dan ternyata dia masih singgah di tempat tinggal saudaranya yang kebetulan tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku, akhirnya aku minta bertemu dengan dia dan kakaknya aku ingin menjelaskan kesalah pahaman itu, tapi sang kakak sudah terlanjur kecewa dengan ku dia tidak mau bertemu denganku, akhirnya aku hanya bisa bertemu dengan dia dan aku coba jelaskan semuanya langsung berhadapan dengannya.

Kesedihanlah yang jadi jawaban pertemuan aku denganya, aku sangat menyesal karena aku sudah mengecewakannya, dan dia menyesal karena sudah terlanjur menerima lamaran itu, hanya air mata lah yang bisa kita ungkapkan.

Tapi aku belum menyerah aku coba lagi aku minta nomor ibu dan kakaknya, aku coba lagi untuk menjelaskannya yang aku berharap keadaan bisa seperti semula seperti yang sudah kita rencanakan berdua.

Nomor sang ibu pun dia kirim kepadaku tetapi tidak untuk nomor sang kakaknya, dia takut memberikan nomornya kepadaku karena ada kekhawatiran di hatinya, akhirnya aku mulai sms sang ibu karena aku takut mau menelponnya takut menganggu pekerjaan beliau, mulai kita smsan pelan-pelan dari hati ke hati aku mulai menjelaskan semuanya atas kejadian saat itu, beliau pun memahami dan mengerti posisi dan keadaanku tetapi beliau sudah tidak bisa membatalkan soal lamaran itu karena ada satu hal rahasia yang tidak bisa beliau jelaskan kepadaku.

Doa dan air mata ketulusan cinta lah yang jadi akhir kisah cinta ini, kita memang saling mencintai tetapi orang tua sangat lebih berarti dari pada cinta ini, semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya agar anaknya bisa hidup bahagia nantinya.

Dengan tulisan ini aku berdoa dan berharap semoga suatu hari sang kakak dan keluarga dia bisa membaca tulisan ini, bahwasanya tidak ada niat dari hati ingin mengecewakan dan membuat luka di hati kalian, karena memang posisi dan keadaan ku memang lagi sangat menyulitkan saat itu, andai waktu bisa di putar dan di kembalikan pasti aku akan perbaiki semua itu agar menjadi kebahagian dan senyuman.

Aku memang harus merelakan, aku harus sadar bahwa memang sang calon lebih baik dari ku dan bisa membuat dia ceria dan bahagia di hari-hari depannya.

Kalau bicara soal keikhlasan masih 50:50 bagiku antara iya dan tidak, karena akan sangat sulit untuk ku untuk mendapatkan wanita seperti dia, karena memang dia sangat istimewa, ilmu agama, tingkah laku dan sopan santunnya itu lah yang sangat membuat aku sangat tidak mau untuk melepasnya.
Semua aku pasrahkan kepada sang pencipta sang pembolak balik hati ini.
Aku yakin Allah memberikan yang paling terbaik untuk setiap hambanya.

Demikian artikel tentang kisah cinta: doa dan air mata ketulusan, semoga ada hikmah yang positif yang bisa kalian ambil dari cerita di atas, semoga akan menjadikan kalian sahabat zaujaty.id yang selalu di hindarkan dari nasib-nasib yang tidak baik di hari-harinya, sekian dan terima kasih.

Tag: kisah motivasi, kisah cinta yang romantis, kisah cinta inspiratif dan kisah cinta yang mengharukan

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar