image
Kisah Wanita Sholehah,  Yang Tangguh Dalam Kehidupannya Part: 1

Kisah Wanita Sholehah, Yang Tangguh Dalam Kehidupannya Part: 1

Sahabat Zaujaty.id, dalam kehidupan ini pasti semua orang memiliki cobaan yang pahit dalam hidupnya, coba tuhan yang di berikan kepada kita melalui berbagai macam cara mulai dari cobaan materi, keluarga, fisik dan lainya, tetapi di situlah terkadang ke imanan sesorang mulai goyah dan mulai tidak percaya bahwa sesungguhnya tuhan memberikan cobaan terhadap hambanya bukan lain agar hambanya lebih dekat kepada-Nya dan agar hambanya lebih sabar dalam menghadapi suatu masalah kedepannya, tetapi terkadang kita malah merasa di pojokan dan merasa tidak adil, seolah-olah hanya kita yang di beri cobaan oleh tuhan di dunia ini, kita tak sadar bahwa masih banyak orang yang lebih besar cobaanya dan mereka selalu kuat dan malah semakin dekat kepada sang pecipta, seperti cerita kisah yang akan saya tulis di bawah ini tentang sosok wanita sholehah yang tangguh dalam menghadapi sebuah cobaan dalam kehidupannya.

Kisah Wanita Sholehah, Yang Tangguh Dalam Kehidupannya Part: 1

 

kisah wanita islami, cerita inspirasi dari wanita cantik yang tangguh, cerdas dan sholeh, kisah inspirasi wanita karir yang hebat

Panggil saja dia adinda, seorang gadis remaja satu-satunya wanita dari dua bersaudara, dia hidup di kelilingi dengan orang-orang yang sayang kepadanya, terutama keluarganya mereka selalu memberikan kasih sayang paling terbaik untuknya.
sebagai seorang gadis yang masih remaja dinda di tuntut agar menjadi seorang wanita yang sopan santun, berakhlaq mulia dan mengerti tentang ilmu dan ajaran agama.
sebagai keluarga terutama ayahnya tidak tidak ingin kalau adinda di usianya yang masih labil hanya mengikuti nafsu yang belum terkontrol seketika dalam menghadapi masa remajanya, adinda di tuntut wajib mengaji di pesantren desanya selepas pulang sekolahnya.
adinda memang sosok anak yang nurut dan patuh terhadap peraturan yang di buat oleh keluarganya, dia tak pernah protes atau pun mengeluh dengan apa yang harus di hadapinya, dia selalu ceria tak nampak wajah kesal atau pun gelisah di hari-harinya, karena dia sadar peraturan yang di buat oleh ayahnya itu bukan lain demi kebaikannya, Baca Juga kisah hewan: si kancil ingin insyaf

Bulan demi bulan pun berganti, kini adinda pun sudah semakin dewasa dalam permikirannya, dia sudah cerdas mana yang baik dan buruk untuknya.
cobaan pun datang dari keluarganya, sang ayah dan sang ibu harus berpisah karena ada suatu masalah yang harus di selesaikan dengan perpisahan, adinda mau tidak mau harus menerima keadaan itu, adinda pun merasa kecewa dan gelisah kenapa harus berpisah jalan solusinya.
adinda binggung harus memilih siapa ke dua-duanya adalah orang tuanya, dia tidak mau kalau harus membuat luka di salah satu hati orang tuanya, karena sang kakak memilih tinggal sama sang ibu akhirnya adinda memilih untuk tinggal sama ayahnya agar semuanya adil tidak ada yang di pojokan atau di salahkan, adinda dan sang ayah pun pergi dari rumah sang ibu, mereka akan tinggal di kampung ayahnya.

Kini adinda hanya tinggal berdua sama sang ayah, dia harus beradoptasi lagi dengan kehidupan barunya, murah senyum dan sopan santunnya membuat dia cepat di kenal sama tetangganya.
tetangga merasa senag atas kehadirannya, mereka percaya bahwa adinda adalah sosok wanita yang bisa jadi teladan bagi anak-anaknya atas kebaikan dan sopan santun tingkah lakunya.
mereka pun meminta agar adinda mengajar ngaji anak-anak kecil di desanya, dengan senag hati adinda menerima tawaran tetangganya, dia mau mengajar ngaji anak-anak kecil di sana, adinda merasa gembira karena semoga ilmu yang telah dia dapatkan di pesantren dulunya, bisa bermanfaat kepada orang dan semoga anak-anak kecil itu bisa menjadi anak yang soleh dan sholehah nantinya.

Melihat ekonomi sang ayah yang berpenghasilan pas-pasan membuat adinda terpaksa harus membatu mencari penghasilan untuk kebutuhan sang ayah dan dirinya setiap harinya, adinda pun meminta izin kepada sang ayah agar di izinkan untuk bekerja, berbekal ijazah sma akhirnya adinda melamar ke salah satu pabrik di daerah desanya, nasib baik pun menghampirinya dia di terima bekerja menjadi karyawan di pabrik tersebut, kabar itu langsung dia beri tahukan kepada ayahnya tidak lupa juga dia sampaikan kepada ibu dan sang kakaknya kalau dia sudah bekerja sekarang, walau jarak tempat tinggalnya jauh dari tempat tinggal ibu dan kakanya tetapi adinda selalu mewajibkan komunikasi setiap harinya agar keharmonisan yang dia dapatkan selalu dia rasakan setiap harinya.
kini waktu adinda di bagi siang untuk bekerja dan malam untuk mengajar anak-anak mengaji, adinda pun merasa bangga dan selalu semangat dalam aktivitas setiap harinya.

Namun keadaan berubah lagi, ketika sang ayah putuskan untuk menikah lagi, sang ibu yang sekarang sangat berbeda tingkah lakunya dengan orang-orang di sekelilingnya, seolah-olah dia tidak menganggap bahwasanya dia itu anaknya, tutur kata dan tingkah lakunya membuat adinda resah dan gelisah di buatnya, dia ber kaca-kaca kenapa ibunya yang sekarang perlakukan dia sperti itu sangat berbeda jauh dengan orang-orang di sekelilingnya, tapi adinda selalu sabar dan selalu berbuat baik tak pernah protes ataupun mengadu terhadap ayahnya.

Bersambung . . .

Lantas bagaimanakah nasib kehidupan adinda selanjutnya ???
Tunggu kelanjutan kisah adinda di artikel selanjutnya . . .
Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari kisah di atas, semoga menginspirasi dan memotivasi kita dalam menjalani kehidupan sementara ini.
Terima Kasih

Nb: Janganlah mudah menyerah dalam suatu keadaan

suatu keadaan pasti bisa kita rubah asal ada perjuangan

dan janganlah balas kejahatan dengan kejahatan

karena bangkai lebih mulia kita kuburkan dari pada kita biarkan

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar